2026-06-05
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan evaluasi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18.000 per dollar AS.
Hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan apakah akan ada rapat internal di Istana untuk membahas pelemahan rupiah.
“Pasti Presiden evaluasi terus. Pasti Presiden evaluasi terus. Evaluasi terus,” kata Qodari, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Namun, Qodari enggan menjelaskan lebih lanjut langkah yang akan diambil pemerintah.
Ia meminta pertanyaan terkait kondisi nilai tukar rupiah ditujukan kepada Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
“Nah, itu tolong ditanyakan kepada Bapak Menteri Keuangan dan Gubernur BI,” ujar dia.
Qodari juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan perombakan kabinet menyusul isu pelemahan rupiah.
Menurut dia, keputusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.
“Kita tunggu saja ya. Kalau soal itu, itu hak prerogatif Bapak Presiden ya,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Bahkan rupiah sempat menembus level Rp 18.000 per dollar AS.
Berdasarkan data Investing, rupiah pada Kamis (4/6/2026) pukul 06.45 WIB sempat mencapai level terlemah Rp 18.015 per dollar AS atau melemah sekitar 90 poin dari penutupan sebelumnya Rp 17.925.
Sementara berdasarkan data Google Finance, rupiah sempat tembus Rp 18.022 per dollar AS malam tadi.
Pelemahan ini menjadi level terendah rupiah sepanjang sejarah.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang