2026-07-07
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Sebelum kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia hari ini, ada kabar soal pembelian rudal BrahMos buatan India. Bagaimana kelanjutannya?
"Kerja sama pertahanan masih menjadi bagian dari pembahasan yang sedang berlangsung. Seperti yang mungkin telah Anda baca di media, Indonesia telah menyatakan ketertarikannya terhadap sistem rudal BrahMos," kata Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty dalam press briefing di Kedutaan Besar India di Jakarta, dilansir ANTARA, Jumat (3/7/2026).
Dubes Sandeep menjelaskan bahwa kabar kelanjutan pembelian rudal itu masih terus dibahas.
"Sementara itu, pembahasan dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat maju. Kami berharap dapat segera merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos," ucapnya.
Diplomat itu menilai bahwa BrahMos merupakan sistem yang sangat terjangkau sekaligus andal, sehingga cocok untuk diakuisisi oleh negara-negara seperti Indonesia.
Selain dengan Indonesia, lanjutnya, India telah menyelesaikan kesepakatan rudal BrahMos dengan Filipina.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 17 Maret lalu di Yogyakarta, menyampaikan bahwa skema anggaran untuk pembiayaan sistem rudal supersonik tersebut sudah terintegrasi dalam pagu yang telah ditetapkan untuk 2026, sehingga pengadaannya tidak akan mengganggu pos keuangan negara.
Sedangkan India sejatinya telah menjajaki peluang kolaborasi teknologi rudal BrahMos dengan RI saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) India Laksamana Dinesh K Tripathi melakukan lawatan ke Jakarta pada Desember 2024.
Dalam lawatan itu, Laksamana Tripathi, salah satunya, menemui KSAL RI Laksamana TNI Muhammad Ali di Markas Besar TNI AL, Cilangkap.
Laksamana Ali menjelaskan peluang kolaborasi teknologi pertahanan, termasuk perihal rudal BrahMos, memang menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuannya dengan Tripathi.
Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan India untuk mengakuisisi sistem rudal supersonik BrahMos, dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI kepada Reuters pada Senin (9/3/2026).
Pembelian ini disebut bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan, terutama di sektor maritim. Namun, pemerintah belum mengungkap nilai total kontrak tersebut.
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi peralatan militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, kepada Reuters.
Dia tidak mengonfirmasi nilai total kontrak pembelian rudal tersebut.
Namun menurut laporan Reuters, perusahaan BrahMos Aerospace pada 2023 pernah menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Jakarta berada pada tahap lanjut untuk kesepakatan yang diperkirakan bernilai antara 200 juta dollar AS hingga 350 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun sampai Rp 5,9 triliun).
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang