Cat Duco Pinggir Jalan Jadi Solusi Kilat Bodi Mobil Kembali Kinclong

2026-05-15 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Jasa cat duco mobil dan motor pinggir jalan telah lama menjadi bagian dari wajah jalanan Jakarta.

Cat duco dikenal sebagai teknik pengecatan dengan hasil akhir mengilap dan cepat kering untuk memperbaiki tampilan bodi mobil, motor, maupun furnitur.

Jasa cat duco umumnya dibutuhkan untuk menutupi baret, lecet, hingga penyok agar terlihat seperti baru kembali.

Meski kerap ditertibkan, layanan informal ini tetap bertahan karena menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan perbaikan kendaraan secara cepat dengan biaya relatif terjangkau.

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, keberadaan jasa cat duco pinggir jalan bukan fenomena baru di Jakarta.

Menurut dia, layanan tersebut tumbuh karena selalu ada konsumen yang membutuhkan perbaikan bodi kendaraan secara cepat tanpa harus masuk ke bengkel body repair resmi.

“Cat dan duco di pinggir jalan sudah lama berlangsung, bukan tren baru,” ujar Bebin saat dihubungi iDoPress, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, jasa seperti ini menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan yang ingin memperbaiki kerusakan ringan dengan biaya lebih murah.

Proses pengerjaannya juga dinilai jauh lebih cepat dibanding bengkel resmi.

“Karena ada saja konsumen yang membutuhkan layanan perbaikan bodi kendaraan secara instan, jauh lebih cepat dari bengkel body repair,” kata dia.

Namun Bebin mengingatkan bahwa biaya murah biasanya berbanding lurus dengan kualitas pengerjaan yang sederhana.

Hasil pengecatan dinilai tidak selalu tahan lama karena penggunaan material dan peralatan yang terbatas.

“Tentu biayanya juga standar pinggir jalan, dengan konsekuensi kualitas pekerjaan ala kadarnya dan tidak tahan lama,” ujar Bebin.

Ia menilai, pelanggan jasa cat duco pinggir jalan umumnya berasal dari kelompok pemilik kendaraan yang tidak memiliki perlindungan asuransi kendaraan atau pengemudi yang ingin segera memperbaiki kerusakan kecil tanpa melapor ke pemilik kendaraan.

“Biasanya yang memanfaatkan jasa perbaikan pinggir jalan mereka yg tidak melindungi kendaraan dengan asuransi atau sopir yang takut kena damprat bos akibat srempetan di jalan,” kata Bebin.

“Jasa ini buat mereka yg tidak cover asuransi,” lanjutnya.

Meski begitu, ia mengatakan, kualitas bengkel resmi juga tidak selalu sempurna.

Menurut dia, banyak pekerja cat pinggir jalan sebenarnya memiliki keterampilan teknis yang baik karena pernah bekerja di bengkel besar.

Bebin menilai hasil pengerjaan bengkel resmi maupun bengkel rekanan asuransi tidak selalu lebih baik dibanding jasa cat duco pinggir jalan.

Menurut dia, sebagian pekerja cat informal sebenarnya memiliki pengalaman dan keterampilan teknis yang cukup karena pernah bekerja di bengkel besar.

Namun, keterbatasan modal membuat mereka tidak mampu melengkapi peralatan dan material yang memadai untuk menghasilkan kualitas pengecatan yang optimal.

Ia menambahkan, tuntutan konsumen yang ingin harga murah juga sering memaksa pelaku usaha menggunakan bahan dengan kualitas rendah.

“Tapi seringkali juga karena desakan konsumen yang menekan biaya hingga memaksa memakai material berkualitas rendah. Ada harga ada barang,” kata Bebin.

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Seorang pekerja jasa cat duco berdiri di tepi Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).Ekonomi Informal Tumbuh karena Tekanan Hidup Kota

Pengamat ekonomi sekaligus Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai, menjamurnya jasa cat duco pinggir jalan tidak bisa dilepaskan dari tekanan ekonomi perkotaan dan tingginya jumlah kendaraan di Jakarta.“Bisnis cat duco pinggir jalan tumbuh karena ada kombinasi permintaan pasar dan tekanan biaya,” ujar Rizal saat dihubungi.Menurut dia, Jakarta memiliki basis kendaraan yang besar sehingga kebutuhan perbaikan bodi kendaraan juga tinggi.Di sisi lain, masyarakat kelas menengah bawah cenderung mencari jasa murah dan cepat dibanding bengkel resmi.Ia mengatakan, fenomena tersebut juga menunjukkan besarnya sektor informal di Jakarta.Berdasarkan data BPS Februari 2026, pekerja informal di Jakarta mencapai sekitar 1,98 juta orang atau 38,13 persen dari total penduduk bekerja.“Usaha seperti cat duco pinggir jalan tumbuh karena ada permintaan, tetapi juga karena masyarakat mencari sumber pendapatan alternatif,” kata Rizal.Rizal menilai jasa informal dan bengkel resmi sebenarnya menyasar segmen pasar yang berbeda.Bengkel resmi unggul pada kualitas dan garansi, sedangkan jasa informal menang pada harga dan kecepatan.
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.